Bisnis Open Trip : Peluang, Keuntungan dan Resikonya

Halo sobat, seperti yang sering saya bicarakan bahwa saat ini wisata menjadi gaya hidup seseorang. Banyak orang lebih memilih experience daripada membeli sebuah barang. Ya, pengalaman adalah hal yang mungkin bakal kita ingat dan bisa kita ceritakan ke anak cucu kita kelak. Dan saya mencoba merambah ke bisnis ini dan saya coba sharing dan jabarkan apa yang saya alami.

peluang bisnis open trip

1. Peluang Bisnis Open Trip

Ya, open trip saat ini menjadi usaha yang sangat prospektif, seiring berjalannya waktu dan gencarnya pemerintah mempromosikan wisata di Indonesia maka tak heran banyak traveller mandiri yang tidak punya kelompok mereka sangat membutuhkan program open trip ini karena kalo jalan sendiri biaya nya pasti lebih mahal maka ikut open trip adalah solusi untuk traveller mandiri seperti ini.

Program dan jadwal yang saya susun, nanti akan digabung menjadi sebuah kelompok tour yang akan berangkat sama-sama dalam satu perjalanan. Jadi sharing fasilitas lah istilahnya yang menjadikan biaya trip menjadi lebih murah.

2. Keuntungan Bisnis Open Trip

Diantara banyaknya bermunculan para tour operator yang mengadakan program ini, artinya mereka menyadari bahwa bisnis ini menguntungkan. Ya, karena pasarnya luas dan prospektif sekali. Terlebih saat ini kaum milenial banyak sekali yang menyisihkan waktu dan uang mereka untuk jalan-jalan bahkan ada yang hanya sekedar untuk feed sosial media mereka.

Dan keuntungan lainnya, relasi lebih banyak, database lebih banyak dan keuntungan nya juga pasti menjanjikan. Namun diantara keuntungannya, ada kendalanya juga yang harus diperhatikan. Dan di bawah ini saya coba jelaskan juga.

3. Kendala dan Resiko di Bisnis Open Trip

Dalam sebuah bisnis, tentu tidak melulu soal keuntungan yang di dapat. Tapi juga resiko dan kendala yang akan dihadapi. Nah dalam buka open trip sendiri kendala yang mungkin harus dipertimbangkan adalah.

a. Kurangnya Kuota Saat Keberangkatan

Ini yang jadi kendala utama, karena kita menghitung biaya berdasarkan minimal kuota, jadi jika kuota tidak mencukupi maka harga akan menyesuaikan. Dan kebanyakan dari hal ini peserta tour memilih untuk membatalkan trip atau ganti jadwal.

Untuk mensiasati hal ini, kita bekerjasama dengan banyak travel operator yang lain untuk menggabungkan peserta tour mereka untuk mencapai kuota minimal. Atau bisa saling menitipkan peserta agar tidak terjadi pembatalan tour dan penyesuaian harga.

b. Miskomunikasi

Ya, untuk open trip artinya kita akan banyak berkomunikasi dengan semua peserta tour. Karena peserta trip kan perorangan jadi kita jelasin ke masing-masing peserta tour. Kadang ada komunikasi yang tidak tersampaikan karena saking banyaknya yang perlu dijelasin atau peserta yang tidak membaca detail trip.

Miskomunikasi lainnya jika setelah terjadi gabungan peserta dari beberapa travel. Bisa jadi apa yang di lapangan dan apa yang disampaikan berbeda.

Untuk mensiasati hal ini, saya memilih untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya. Dan kondisi-kondisi terburuk sekalipun.

4. Kesimpulan :

Balik lagi, namanya bisnis pasti ada resiko yang harus di hadapi. Dan ada tantangan tersendiri dalam menyelesaikan permasalahan. Jadi yang perlu kamu perhatikan jika mau bisnis ini adalah meminimalisir resikonya. Dan siap dengan kondisi terburuknya.

Belum ada Komentar untuk "Bisnis Open Trip : Peluang, Keuntungan dan Resikonya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel