Taman Nasional Baluran, Membuatku Serasa Berada di Benua Afrika

Posted on

Pernah gak temen-temen melihat tayangan National Geographic ? yang menayangkan kondisi padang savana yang luar, kehidupan binatang liar di habitatnya dan ekosistem tumbuhan yang benar-benar asli di Afrika ?

Aku sering melihat tayangan tersebut, dan selalu terbayang dan bermimpi bisa melihat langsung dengan mata sendiri.

Dan ternyata di Indonesia juga ada yang terkenal dengan Afrika Van Java, dimana tempat ini menggambarkan suasana yang mungkin hampir mirip dengan tayangan di National Geographic tadi. Dan tempat itu adalah Taman Nasional Baluran di Situbondo Jawa Timur.

Oke, mari simak cerita selengkapnya..

Direct dari Kawah Ijen Lanjut Baluran, Tepar

Perjlaanan ini adalah lanjutan dari “Mengejar Blue Fire, Tersedak Asap Belerang Kawah Ijen

Jadi setelah turun dari Kawah Ijen yang memang belum istirahat sama sekali sejak kedatangan dari Bali, destinasi yang kami kejar adalah Taman Nasional Baluran, kenapa, karena sesuai deskripsi di pembukaan lah intinya. hehe penasaran..

Dari Ijen aku dan @gieh14 bergegas mengendarai motor bergantian, karena cek di map lumayan jauh juga ternyata.

Ijen Ke Baluran
Jarak dari Ijen Ke Baluran

Pagi itu, cuaca lumayan cerah ternyata jalanan yang semalam kita lewatin itu memiliki pemandangan yang segar dipandang. Kebun, ladang terpampang oleh mata yang menyegarkan.

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan aku mulai terasa ngantuk, jam menunjukan pukul 08.00. Dan tenyata kami sama-sama ngantuk. Akhirnya kami mampir di mesjid, cuci muka dan kemudian tidur di teras mesjid tersebut, tepar. Ada sekitar 2 jam aku tertidur, tapi inggih sepertinya tidak terlalu lelap dia tidur. Takut diusir kali haha..

Pas bangun badan rasanya mulai gak enak banget, haha.. sempat putus asa untuk langsung pulang saja ke homestay, dan istirahat besok baru lanjutkan kembali. Ternyata Inggih memilih mending capek sekalian katanya, dan dari sini bergantian yang bawa motor.

Tragedi Makan Siang Yang Beneran Gak Ada Rasanya

Di jalan utama antara Banyuwangi dan Situbondo jalan sepi dan beneran jalur cepat. Truk, Bus melaju kencang sekali beberapa kali hampir oleng akibat kelelahan dan ngantuk. Karena aku dibonceng sesekali nguap dan tidur di belakang. Perjalanan masih jauh dan siang sudah terik sekali. Kami lapar.

Mampirlah kami di sebuah warung semacam warteg gitulah, dan memesan beberapa sayur dan lauk. Aih, disini rasanya menyesal mampir, perut udah mual dan tapi dipaksakan. Aku sama inggih cuma bisa lirik-lirikan minum kemudian pergi. Oh iya anaknya solawat terus, jarang anak milenial solawatan kayanya. Good job

Menempuh 16 Kilometer Jalanan Yang Rusak

Oh iya, sebenarnya dalam satu kawasan taman nasional Baluran ini ada sekitar 11 tempat yang bisa dikunjungi. Namun aku cuma mengunjungi Savana Bekol dan Pantai Bama

Peta Wisata Baluran
Peta Wisata Baluran

# Savana Bekol

Jadi teman dari gerbang pintu masuk Taman Nasional Baluran ini aku harus menempuh perjalanan yang lumayan panjang lagi dengan kontur jalan berkerikil, menurut informasi sepanjang 16 kilometer harus kami tempuh untuk mencapai Savana Bekol, walhasil dari depan sampai di lokasi juga memakan waktu kurang lebih sekitar satu jam sendiri.

Akses Jalan Savana Bekol Baluran
Akses Jalan Savana Bekol Baluran

Di perjalanan, suasana lagi gersang sekali, aku melihat pepohonan yang menguning dan kering. Musti hati-hati nih untuk pengunjung apalagi yang merokok rentan kebakaran hutan.

Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran

Karena aku dibonceng jadi sedikit leluasa untuk melihat sekitar, tampak sesekali aku melihat burung di habitatnya, monyet bergelantungan, ayam, kelinci.

Tak banyak pengunjung, tiba di Savana Bekol hanya ada 3 motor saja termasuk kami yang berada disana. Foto-foto dengan gaya ala-ala dan mempesona sekali.

Panorama Savana Bekol Baluran
Panorama Savana Bekol Baluran

Hamparan savana, bak di Afrika benar-benar ada di depan mata. Subhanalla.. belum lagi ditambah latar belakang Gunung apa yang aku gak dapet info yang sangat tampak megah.

Di kawasan ini, aku melihat burung merak, monyet nakal sudah pasti dan kerbau.

Terik begitu menyengat, monyet sedari tadi mengincar bawaan kami di motor, berteduh dan sesekali aku merasa dahaga.

Savana Bekol Baluran
Savana Bekol Baluran (Foto @gieh14)
Suasana Savana Bekol Baluran
Suasana Savana Bekol Baluran (Foto @gieh14)
Savana Bekol Baluran
Savana Bekol Baluran (Foto @gieh14)

# Pantai Bama

Puas di Savana Bekol, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bama, disini sedikit gegayaan duduk nyamping kayak ibu-ibu pake rok. Huahaha,, geli sih takut jatoh masalahnya.. melihat muka pucat temanku ini malah makin iseng malah digas semakin kencang hampir saja aku loncat saking takutnya.

Sepanjang jalan, kawanan rusa tampak bergerumul. Dan monyet warna hitam bergelantungan memenuhi pepohonan.

Dan kamipun tiba di Pantai Bama, disini, ada fasilitas mushola, warung dan toilet. Namun kayanya untuk berenang agak kurang memadai entah karena kondisi air lagi pasang atau memang benar-benar tidak nyaman untuk berenang. Banyak sampah dedaunan dan ranting.

Inggih hampir ribut sama monyet rebutan minum, berani juga tuh monyet, minuman lagi dipegang dia ambil. Sontak inggih melempar minumanya karena kaget dan si monyet ternyata pintar sekali sudah bisa membuka tutup botolnya sendiri.

Aku kemudian rebahan sebentar di mushola, kemudian kembali pulang ke Homestay dengan badan yang sangat lelah. Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan jauh, aku kemudian bersih-bersih dari bau belerang sisa dari ijen kemudian tepar. Badan udah gak karuan..

Malam hari, kemudian akhirnya aku skip ke Menjangan, lebih memilih melanjutkan perjalanan ke Malang dengan tujuan mau ke Bromo. Urusan transport sudah diurus sama Inggih, dengan booking kereta api dari Banyuwangi menuju Malam dengan jadwal keberangkatan pukul 05.00 pagi.

Mau tau, drama perjalanan ke Bromo ? Follow aku di instagram ya.. @armandolan 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *